Kerusuhan Terjadi Didalam Stadion Kanjuruhan Malang Pasca Arema FC Dikalahkan Persebaya Dalam Lanjutan Liga 1


  Malang, BeritaAktual87.id,- Dalam tragedi kerusuhan supporter yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, diperkirakan menelan banyak korban meninggal maupun luka-luka. Hal tersebut terjadi pasca laga antara Arema FC vs Persebaya yang dimenangkan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut. Hal itu pula terlihat dari beberapa video dan foto amatir yang diterima dari beberapa pihak di beberapa Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Malang. Korban meninggal dunia yang terdata yang kemungkinannya masih bertambah sebanyak dari 130 orang menjadi 174 dan korban luka dan dirawat sebanyak 180 orang, Sementara dari aparat keamanan terdapat 2 orang petugas meninggal dunia dan 1 orang petugas dirawat di Rumah Sakit. "Hingga Minggu pagi pukul 04.29 WIB, kondisi di sekitar kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang tempat pertandingan berlangsung masih mencekam". Kronologis kerusuhan supporter di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi sekitar pukul 21.45, seusai pertandingan ketika official Persebaya dan para pemainnya akan masuk ruang ganti dilempari oleh suporter aremania dari atas tribun dengan botol air mineral dan lain-lain. Kemudian ketika pemain dan official Pemain Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, supporter Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain dan official Arema FC, oleh petugas keamanan dilindungi dan dibawa masuk ke dalam kamar ganti pemain. Keributan terus berlanjut, supporter Aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan menyerang aparat keamanan, karena supporter Aremania semakin tidak terkendali setelah diperingati beberapakali tidak dihiraukan, Aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah supporter Aremania yang menyerang tersebut. Kemudian Aremania yang berada di tribun berlari membubarkan diri keluar Stadion. Sekitar pukul 22.30 WIB saat rombongan pemain dan official Persebaya Surabaya yang dibawa dengan kendaran Rantis dan pengawalan akan bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan, sempat tertahan oleh supporter Aremania yang menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas dijalur sebelum pintu keluar stadion Kanjuruhan serta melempari kendaraan rombongan. Kemudian Aremania juga merusak 2 unit Mobil Patwal Sat Lantas dan membakar 1 unit Truk Brimob dan 2 unit Mobil di pintu masuk depan Stadion Kanjuruhan. Selanjutnya Aremania yang mengadang tersebut dibubarkan oleh aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata. Rombongan tertahan karena jalan masih dihadang oleh pagar besi pembatas pada jalur yang dilalui. Akibat kejadian tersebut banyak supporter aremania dan aparat keamanan yang mengalami luka-luka. Supporter aremania yang mengalami luka-luka dan sesak nafas dirawat ruang Medis Stadion Kanjuruhan. Karena korban terlalu banyak dan ruang medis tidak bisa menampung, selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit di wilayah Kepanjen antara lain RS Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Hasta Husada dan RS lain dengan menggunakan kendaraan ambulance, truk Polres Malang, truk Yon Zipur 5 Kepanjen, truk Kodim dan kendaraan lainnya. (Red).


0 Komentar :

    Belum ada komentar.